"PKS | Menjadi Partai Dakwah yang Kokoh dan Transformatif Untuk Melayani Bangsa"

Hati-hati ini telah berkumpul dalam Cinta-Mu

Monday, January 3, 2011

Do'a Cinta Sang Imam

Ya Allah Engkau tahu, Hati-hati ini telah Berkumpul dalam cinta-Mu, Bertemu dalam taat-Mu, Menyatu menolong dakwah-Mu, Berjanji perjuangkan syariat-Mu, Maka eratkan ikatannya, Dan abadikan cintanya. (Do'a Rabithah)
Tidak ada penjelasan historis tentang suasana yang melatari Imam Syahid Hasan Al Banna saat menulis potongan doa itu. Ia menyebutnya Wirid Pengikat. Pengikat hati. Hati yang sedang dibangunkan untuk memikul beban kebangkitan umat. Beban mereka berat. Jumlah mereka sedikit. Musuh mereka banyak. Jadi mereka butuh landasan yang kokoh dan pengikat yang kuat. Landasannya adalah iman. Pengikatnya adalah cinta.

Cinta menjalin jiwa-jiwa mereka dalam kelembutan yang menyamankan: maka setiap mereka adalah pernadani sutera yang empuk, setiap orang dengan tipenya bisa duduk santai di situ. Cinta mereka selalu mampu menampung semua bentuk perbedaan: ada kebebasan berpendapat tapi tidak ada sikap yang melukai, ada keterbukaan tapi objektivitas tetap di atas segalanya. Cinta melahirkan pertanggungjawaban: setiap mereka selalu bertanya tentang sejauh mana mereka mampu mempertanggungjawabkan sikap mereka di depan Allah?

Tapi cinta juga melahirkan kelembutan: maka perbedaan-perbedaan mereka terkelola dalam etika yang menyamankan jiwa. Karena setiap pembicaraan mereka selalu berujung amal. Beban. Perbedaan diantara mereka tidak akan mengubah situasi mereka, seperti kata Iqbal, sebagai sapu lidi yang diikat cinta untuk membersihkan kehidupan.

Tapi cinta juga memberi mereka energi: Para pemikul beban kebangkitan itu pastilah akan menempuh jalan perjuangan penuh liku dan pendakian. Pada setiap satu jarak waktu dan tempat beban mereka bertambah. Mereka pasti mengalami penuaan dini, seperti kata Rasulullah saw: "Surat Hud dan saudara-saudaranya telah mengubankan rambutku." Kalau bukan dengan energi yang dahsyat, siapakah yang sanggup mendaki gunung sembari memikul beban? Dan cintalah sumbernya.

Energi cinta memicu mereka untuk bergerak dan bertumbuh dalam tempo yang cepat. Tapi ikatan cinta mengatur irama mereka dalam keserasian yang indah. Itu sebabnya mereka kuat. Nyaman. Dan abadi. Jadi biarkan Sang Imam mengumumkan kembali cintanya dia:

Maka eratkan ikatannya. Dan abadikan cintanya?
(~Anis Matta~, Sumber: http://serialcinta.blogspot.com)

Related Post



4 comments:

robert January 5, 2011 at 1:11 AM  

Pas Mantapzzz
Do'akan Website DPW segera menyusul

Jika engkau pergi jalan-jalan
Hati - hatilah jangan sampai kesasar
Tiada kata yang dapat kuucapkan
Kecuali selamat buat Denpasar

Fauzan January 5, 2011 at 5:44 AM  

Subhanallah, merinding akhi ane membacanya... sampai meneteskan air mata...
Sejuk rasanya dan membangkitkan jiwa, semoga energi cinta kita mempererat ukhuwah kita. Allahu Akbar...

maulana azmul January 5, 2011 at 7:21 PM  

alhamdulillahi rabbil 'aalamiin.....

Admin January 8, 2011 at 7:59 AM  

@Robert: Jazakallah atas suportnya akhi, smg website dpw segera meramaikan dakwah online di Bali.
@Fauzan: Subhanallah, syukron akhi, Allahu Akbar.
@Maulana Azmul: amin, ahlan..

Post a Comment

Terimakasih atas komentar, saran dan masukan Anda. Silakan masukkan nama Anda pada kolom Name/URL.

Media Center DPD PKS Denpasar

Media Center | PKS Denpasar
Media ini dibuat oleh Kesekretariatan DPD Denpasar Bidang Media dan Publikasi.
Alamat:
Jl. Tukad Yeh Ho III No. 1 Denpasar - Bali
Pimpred :
Lailatul Widayati
Reporter:
Wiwid, Hilmun, Alim Mahdi, Aang, Rosyid, Jojo, Arif, Fahmi, Vera, Lubis, Winardi
Website:
www.pks-denpasar.org
SMS Center:
+6285936161725
Email:
alimmahdi@yahoo.com

pks@Blogger template

www.pks-denpasar.org